Subhanallah, Inilah Shalat Sunnah yang Lebih Baik Dibanding Dunia dan Isinya, Shalat Apakah Itu?
Advertisement
Selain salat wajib, ada shalat sunnah yang menjadi ibadah tambahan bagi umat muslim untuk meraih pahala. Ada Shalat Sunnah Tahajud, Rawatib, Dhuha dan sebagainya. Semua shalat sunnah ini memiliki keutamaan sendiri-sendiri.
Shalat Sunnah berikut ini juga memiliki keutamaan yang mengejutkan. Bukan Tahajud sebagai shalat sunnah pengabul doa, atau Dhuha untuk menjemput rezeki. Namun shalat ini memiliki keutamaan yang juga tiada bandingnya.
Bahkan dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW mengatakan bahwa keutamaannya lebih baik dibanding seluruh dunia dan isinya. Sayang, tidak banyak diantara kita yang merutinkan shalat sunnah tersebut.
Apa salat sunnah yang dimaksud? Berikut ringkasannya.
Ternyata shalat sunnah ini adalah Shalat fajar dua rakaat. Nabi Muhammad SAW senantiasa merutinkan shalat ini dengan ringkas. Hafshoh ra menuturkan “Apabila fajar telah terbit, biasanya Rasulullah SAW tidak mengerjakan shalat lain-lain kecuali salat pendek dua rakaat (yakni shalat sunnah fajar)” (HR Muslim).
Bagaimana Rasulullah SAW tidak merutinkan shalat sunnah ini, sedangkan beliau tahu betul bagaimana Allah SWT akan memberikan balasan pahala yang begitu istimewa, yakni melebihi dunia dan seisinya.
Aisyah ra memberitahukan, Nabi Muhammad SAW bersabda”Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari seluruh dunia dan isinya” (HR Muslim).
Bagaimana kita mendustakan ini, padahal pengetahuan tersebut diberikan oleh orang yang menjadi sumber ilmu pengetahuan alam semesta, Nabi Muhammad SAW yang diberitahu langsung oleh Allah SWT.
Bagi pecinta dunia, hal ini tentu akan dikaji secara sains dll, namun tidak dengan umat Nabi Muhammad, yang percaya tentang hari akhir. Bahwa perkataan Rasulullah SAW saja rasanya sudah cukup, tanpa perlu menyibukkan diri dengan pembuktian ilmiah.
Pelaksanaan shalat sunnah ini juga sangat mudah. Waktunya hampir bersamaan dengan pelaksanaan Shalat Subuh. Dalam riwayat Muslim lainnya, disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengerjakan shalat ini pada waktu pendek, yakni antara adzan Subuh dan Iqamah.
Tata cara pelaksanaannya juga sama dengan shalat sunnah biasa. Namun pada surat ini Nabi biasa membaca Qul yaa ayyuhal Kaafiruun pada rakaat pertama dan Qul huwallohu ahad pada rakaat kedua.
Abu Hurairah ra. menyatakan “Biasanya dalam sua rakaat sunah fajar, pada rakaat pertama Rasulullah SAW membaca Qul yaa ayyuhal Kaafiruun, dan pada rakaat kedua membaca Qul huwallohu ahad” (HR Muslim)
Sebagai umat Islam sudah sebaiknya mengikuti ibadah yang dilakukan Nabi. Beliau lah yang paling tahu, karena Allah menurunkan kepadanya segala ilmu.
Sumber: Infoyunik.com