Panduan Orang tua : Umur Berapa Anak Boleh Diberi Gadget?
Advertisement
Umur Berapa Anak Boleh Diberi Gadget – Pengaruh gadget masa kini dirasa semakin besar. Tidak hanya menawarkan berbagai kemudahan dalam mendapat informasi dan berkomunikasi, gadget juga memberikan ruang untuk melepas penat seperti beberapa aplikasi permainan yang bisa diunduh secara gratis dari penyedia layanan.
Tidak hanya dewasa pada umumnya, namun juga banyak anak pengguna gadget. Dampak pemakaian gadget pada anak – jika orang tua dapat mengawasi penggunaannya secara bijak dan tahu umur berapa anak boleh diberi gadget, bisa menjadi sarana belajar anak dalam mengetahui apa yang terjadi diluar wilayahnya secara global. Tentu ini sangat baik, mengingat perkembangan zaman semakin pesat dan anak dituntut masuk dalam persaingan ketat menghadapi dunia.
Memperkenalkan gadget pada anak dirasa wajar, jika sebatas memperkenalkan apa fungsinya dalam keseharian. Namun memberikannya keleluasaan waktu dan kesempatan mengoperasikan gadget bisa menimbukan beberapa dampak negatif.
Masa kanak-kanak adalah masa dimana anak akan menyerap informasi sebanyak mungkin tanpa adanya filter. Jika anak sudah menemukan apa yang dirasa baik dan menyenangkan, anak cenderung tidak melepaskan ‘temuannya’. Filter pertamanya adalah orang tua. Sekali saja orang tua lengah, maka dampaknya semakin hebat dan semakin sulit bagi orang tua untuk melepas pengaruh gadget pada anak.
Lalu umur berapa anak boleh diberi gadget? Jawabannya beragam. Pemuja kecanggihan teknologi tentu akan menyarankan sedari kecil anak boleh diperkenalkan dan diijinkan mengoperasikan gadget, dalam bentuk kegiatan apapun. Tujuannya adalah agar anak mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi sejak dini. Namun sebagian besar survey dan pendapat psikolog menganjurkan untuk tidak memberikan pengaruh ini pada anak, terutama pada masa balita.
Berikut ini pendapat beberapa pakar psikologi anak tentang batasan umur diperbolehkannya anak menerima pengaruh gadget.
Dr. Richard House, pendiri Early Childhood Action (ECA) dan seorang praktisi psikologi anak selama 40 tahun mengemukakan bahwa balita yang diberikan iPad adalah suatu tindakan penyiksaan orang tua terhadap masa depannya. Pemberian gadget pada balita justru memicu developmental catasthrope atau kerusakan perkembangan anak. Ia mengatakan bahwa tindakan memberikan sugesti gadget pada bayi dan balita adalah tindakan yang sangat mengganggu (deeply disturbing), seperti yang dilansir Nursery World Magazine (September 2015).
American Academy of Pediatric juga mengungkapkan hal yang sama. Pengaruh gadget bisa memutus dengan paksa hubungan alami balita dengan lingkungan sekitar, termasuk orang tuanya. AAP merekomendasikan untuk tidak memberikan gadget pada balita – dan harus melakukan pengawasan ketat padanya. Kesimpulannya, Dr. Richard House dan AAP tidak menganjurkan memberi gadget pada usia bayi sampai balita.
Elizabeth ‘Lizi’ Santoso, M.Psi, psikolog lulusan Pesident University, mengungkapkan bahwa memberikan akses pada anak juga berdampingan dengan manajemen anak oleh orang tua. “Harus disupervisi dan diawasi. Orang tua harus memonitoring, dicek satu per satu, dan larang penggunaan password, agar anak tidak menyimpan konten macam-macam,” tambahnya, seperti yang dilansir beritasatu.com (24/12/15). Tentang umur berapa anak boleh diberi gadget, ia hanya menekankan pada pengawasan orang tua.
Pertimbangan umur berapa anak boleh diberi gadget membuat cashinyourgadgets.co.uk membuat sebuah survey rentang umur menurut orang tua. Hasil survey menunjukkan 13% orang tua memberikan gadget pada usia anak 10 tahun, dan peresentase terbanyak 45% pada usia anak 13 tahun ke atas.
Katy Hayden, seorang childcare di Children Expert, sebuah lembaga pengasuhan anak, mengatakan bahwa umur berapa anak boleh diberi gadget tergantung pada bagaimana cara didik orang tua. Anak rentang usia 11 tahun dirasa cukup mampu. Hal ini dipicu rasa ingin tahu mereka dan mulainya proses belajar memahami hal baru dengan learning by seeing and practicing.
Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan umur berapa anak boleh diberi gadget adalah umur 10 tahun sampai remaja (13 tahun keatas). Hal ini mempertimbangkan daya tangkap anak terhadap hal baru yang tidak bisa disamakan dari umurnya. Pengawasan orang tua mutlak dibutuhkan, apalagi penggunaan gadget yang berlebihan (maksimal 2 jam sehari) dapat mengganggu tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikis. Dengan menerapkan kedisiplinan, diharapkan anak dapat terhindar dari bahaya penggunaan gadget bahkan kecanduan.
Semoga ulasan diatas bermanfaat.
Sumber: asuhanak.com