Tips Parenting - 10 Prinsip Penting Menjadi Orang Tua Yang Baik
Advertisement
Pernah mengalami kejadian ketika si kecil menangis begitu keras di tempat umum seperti mall? Segala cara untuk membuatnya menghentikan tangisan itu sia-sia? Belum lagi tatapan orang yang seakan menuduh bahwa Ibu bukan orang tua yang becus dalam mendidik anak. Apakah Anda ingin menunjukkan siapa bos-nya? Atau untuk membantu proses belajar si kecil menjadi pribadi yang baik dalam hidupnya?
Pola asuh yang baik akan membantu perkembangan otak anak dan membantunya dalam proses berpikir serta berperan besar dalam memupuk empati, logika anak, kemandirian, pengendalian diri, memiliki sifat kerja sama dan keceriaan. Hal ini membantu melindungi anak dari kecemasan berlebih, depresi, perilaku anti-sosial penyalahgunaan narkoba dan alkohol.
Suatu hubungan orang tua dengan anaknya akan tercermin dari tindakan anak termasuk masalah perilaku anak. Jika anak memiliki hubungan yang burung dengan Anda, jelas anak tidak mau mendengarkan apa-apa yang keluar dari mulut Anda. Begitupun sebaliknya, jika Anda memiliki hubungan yang baik dengan anak Anda, maka anak Anda akan mendengarkan dan cenderung setuju dengan kuputusan Anda sebagai orangtua.
Berikut 10 prinsip dari cara pola asuh yang baik:
- Apa yang Anda perbuat akan memilik dampak. Selalu tanyakan pada diri sendiri, apakah keputusan yang Anda ambil akan memberi dampak pada anak Anda? Baik atau burukkah dampak efek tersebut?
- Jangan terlalu memanjakan anak Anda. Pemberian hadiah yang terlalu banyak untuk menunjukkan rasa sayang Anda terhadap anak akan membuat anak Anda memiliki sifat yang kurang baik. Berilah hadiah jika hanya prestasi yang disapat anak melebihi dari teman sebayanya.
- Terlibat dalam kehidupan anak Anda. Susun prioritas, atur ulang prioritas Anda, memiliki anak memang bukan perkara mudah. Hal ini berarti mengorbankan apa yang ingin Anda miliki demi kebutuhan anak Anda.
- Beradaptasi dengan pola didik sesuai dengan kepribadian anak Anda. Mungkin Anda berpikir untuk menghentikan waktu dimana anak Anda begitu mudah diatur. Namun semakin bertambahnya kedewasaan anak, anak akan menjadi orang yang berbeda dan tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar. Sesuaikan cara mendidik anak dengan tingkatan umurnya, tidak selamanya anak suka dianggap sebagai anak kecil.
- Tetapkan aturan. Berikan batas maksimal begadang untuk si kecil, atur jam belajarnya dan atur kapan dia harus bermain sedari dini. Dengan hidup teratur, anak Anda juga akan terbiasa dan memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri.
- Pupuk kemandirian anak Anda. Menetapkan batasan akan membantu anak Anda mengembangkan perilakunya dan mampu mengontrol dirinya. Dan jangan salah paham terhadap kemandirian anak, seringkali orantua menganggap hal tersebut adalah pemberontakan.
- Jadilah konsisten. Aturan yang berubah-ubah akan membuat kenakalan anak menjadi-jadi. Alat displin yang paling penting adalah konsistensi.semakin banyak otoritas Anda didasarkan pada kebijaksanaan, bukan pada kekuasaan, smekin sedikit anak Anda akan menentang hal tersebut.
- Hindari disiplin keras. Dari semua hukuman, hukuman fisik merupakan hal yang terburuk. Anak-anak yang dipukul lebih cenderung menjadi agrsif dan rentan berkelahi dengan anak-anak lain.
- Jelaskan aturan dan keputusan. Jelaskan mengapa Anda memberikan aturan-aturan serta goal yang akan dicapai terhadap anak Anda. Aturan yang jelas akan membuat anak Anda memahaminya dengan baik konsekuensinya jika dilanggar dan mematuhi aturan tersebut.
- Hargai anak Anda. Berbicaralah dengan sopan, dengarkan dan hargai pendapatnya. Dan senangkan hatinya jika Anda bisa.
Menjadi orang tua yang baik memang tidak mudah, namun hasilnya akan sepadan dengan kesuksesan yang mengiringi hidup anak Anda karena pola asuh yang baik dan bijak. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dari hal itu bukan?