Showing posts with label Surga. Show all posts
Showing posts with label Surga. Show all posts
Thursday, March 31, 2016

Subhanallah, Ternyata Mayoritas Penghuni Surga Adalah Wanita, Simak Penjelasannya!

Ternyata mayoritas penghuni surga adalah wanita. Hal ini berbeda dengan pendapat beberapa orang yang mengatakan bahwa wanita adalah penghuni neraka yang lebih banyak dibanding laki-laki. Hal ini dikarenakan banyak perempuan yang melakukan dosa-dosa seperti bergosip atau ghibah. Lalu bagaimana penjelasannya mengenai penghuni surga ini?

Pasti kita pernah mendengar bahwa neraka lebih banyak dihuni oleh wanita. Meskipun terdapat penjelasan lain yang berbeda dengan hal tersebut tapi kita juga tidak dapat menentang sepenuhnya perkataan itu. Inilah mengapa wanita mayoritas penghuni surga.



Diketahui bahwa terdapat hadits yang meriwayatkan jika wanita adalah penduduk terbanyak surga. Beberapa ulama menafsirkan bahwa maksud dari banyaknya wanita sebagai penghuni neraka dikarenakan pada awalnya, memang banyak wanita yang masuk ke dalam neraka. Namun, lama kelamaan wanita itu akan dipindahkan ke surga karena rahmat dan syafa’at dari Allah hingga tidak ada satu dari mereka yang tersisa. Oleh karena itu, wanita pada akhirnya akan lebih banyak di surga.

Selain dalil di atas, terdapat dalil lain yang menjelaskan bahwa sebagian besar penduduk surga adalah wanita. Lalu kenapa kebanyakan penghuni surga adalah wanita?

Rasulullah pernah bersabda bahwa sesungguhnya penghuni surga yang menempati tingkatan paling rendah adalah seseorang yang ditampakkan padanya pohon surga yang begitu rindang dan ia yang Allah palingkan wajahnya dari surga ke arah surga. Kemudian orang itu meminta agar didekatkan ke pohon yang rindang untuk berteduh di bawahnya. Rasulullah pun bersabda jika pohon itu memanglah miliknya bahkan ditambah lagi hingga sepuluh kali lipat. Pria itu kemudian masuk ke rumahnya dan menemui dua bidadari di sana.

Berdasarkan hadits tersebut diketahui bahwa imbalan bagi ahli surga yang paling rendah pun mendapatkan dua bidadari, bagaimana untuk tingkatan surga yang lebih baik. Pastinya jumlah wanita akan lebih banyak di banding laki-laki.

Tidak hanya seorang laki-laki yang bisa mendapatkan imbalan ini. Istri-istri umat muslim yang beriman pada Allah dan Rasul-Nya maka ia bisa menjadi pendamping hidup suaminya kelak di surga, bahkan mendapatkan kenikmatan yang sama dengan penduduk surga lainnya sesuai amalan baik yang telah ia lakukan di dunia.

Sebuah dalil menjelaskan barang siapa yang bersabar dalam mencari ridho Allah, menafkahkan hartanya baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan dan mendirikan shalat, maka mereka akan mendapatkan kebaikan yakni surga dimana mereka akan masuk ke dalam bersama orang yang saleh dari anak cucunya, istri-istrinya dan bapak-bapaknya.

Terdapat riwayat lain di dalam hadits bahwa Muawiyah pernah melamar seorang wanita yakni Ummu Darda, tapi ia tidak menerima lamaran itu. Kemudian ia berkata bahwa Abu Darda pernah menjelaskan sabda Rasul jika wanita itu untuk suaminya yang terakhir. Karena Ummu Darda tidak menginginkan pengganti Abu Darda maka ia menolak lamaran itu.

Sebuah hadits tentang kebanyakan penghuni surga adalah wanita meriwayatkan bahwa wanita mana pun yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia menikah kembali setelah itu, maka ia menjadi milik suaminya yang terakhir.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa setiap orang berhak untuk masuk ke dalam surga. Namun, untuk mencapainya memerlukan usaha yang sungguh-sungguh dalam mengumpulkan amal ibadah sebanyak-banyaknya. Betapa melimpahnya kenikmatan yang akan diberikan Allah oleh para penghuni surga. Ingatlah bahwa seseorang dapat masuk surga karena rahmat Allah SWT.

Sumber: Kumpulanmisteri.com
Monday, March 21, 2016

Kisah 70.000 Orang Masuk Surga Tanpa Hisab Yang Membuat Kamu Tersenyum Membacanya

Manusia tentu ingin di akhir nasibnya bisa masuk kedalam surganya Allah SWT dan melewatkan siksa sebelum memasuki surga tersebut. Tetapi terbukti bukan faktor mudah untuk memperoleh surga-Nya sebab semacam yang diketahui sekarang telah tidak sedikit sekali manusia yang susah untuk beribadah dan taat terhadap Allah SWT. 

Berbahagialah golongan ini, mereka diberi nikmat masuk surga tanpa hisab. Berbahagialah, sebab surga dipenuhi kenikmatan yang tidak tertandingi. Siapakah mereka? Apakah amalan yang mereka kerjakan? Dan, semoga kami menjadi tahap dari mereka. 



Dikisahkan oleh Syuraih bin ‘Ubaidah, bahwa Tsauban menderita sakit di kota Hims. Sampai datanglah seorang dari Kala’iyyin yang menjenguknya. Ditanyakan terhadap penjenguk itu, “Apakah

kau bisa menulis?”

Seusai diberitahukan bahwa tamu yang menjenguknya bisa menulis, maka Tsauban memintanya untuk menuliskan sepucuk surat yang berbunyi:

Kepada al-Amir ‘Abdullah bi Qarath

Dari Tsauban, (pembantu) Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam

Amma Ba’du

Seandainya Musa dan ‘Isa ‘alaihimas salaam mempunyai seorang pesuruh yang berada di dekatmu, tentulah engkau bakal menjenguknya.

Surat tersebut ditujukan terhadap ‘Abdullah bin Qarath al-Azdi yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Kota Hims. Seusai melipatnya, Tsauban bertanya seraya meminta tolong terhadap tamu yang menjenguknya, “Apakah kau bisa mengirimkan surat ini kepadanya?” Dijawab pendek olehnya, “Ya.”

Seusai menerima dan membaca surat tersebut, sang Gubernur ‘Abdullah bin Qarath pun kaget. “Mengapa dia? Apakah terjadi sesuatu padanya?” tanyanya antusias. Ia pun bergegas mempersiapkan perbekalan untuk menjenguk Tsauban.

“Duduklah,” pinta Tsauban terhadap Gubernur yang baru tiba di rumahnya itu. Lanjutnya memberi tau sesuatu, “Supaya aku bisa mengumumkan suatu  hadits yang sempat aku dengar langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.”

Tsauban pun membacakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, “Akan masuk surga dari umatku (Muhammad) tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tiada azab bagi mereka. Setiap seribu orang disertai lagi tujuh puluh ribu orang.”

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh  Imam Bukhari dan Muslim juga disebutkan, tujuh puluh ribu orang itu masuk ke surga dalam keadaan bergandengan tangan jadi orang pertama masuk ke dalam surga bersama dengan orang terbaru dan wajah mereka semacam bulan purnama.

Siapakah mereka? Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka merupakan orang yang tidak sempat meminta diruqyah seumur nasibnya. Sedangkan Imam Ibnu Katsir mengutip hadits ini ketika menafsirkan surat Ali ‘Imran [3] ayat 110; mengenai umat paling baik yang diutus untuk memerintahkan terhadap yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, sedang mereka beriman terhadap Allah Ta’ala.

Sumber : akhwatindonesia.net