Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts
Friday, April 8, 2016

Percintaan: 10 Tanda Jika Si Dia Jodoh Anda

Siapa yang tak ingin mendapatkan jodoh yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita? Tetapi terkadang kita masih suka bingung dan bertanya-tanya apakah pria atau wanita yang ditemui merupakan jodoh yang benar dan tepat untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih serius? Bahkan ada orang yang suka berganti-ganti pacar karena merasa bukan dia jodoh kita.

Berikut ini tanda si dia jodoh kita yang bisa diperhatikan:

1. Senang menghabiskan waktu bersama

Saat menghabiskan waktu bersama tidak pernah adanya rasa bosan ataupun jemu, apalagi perasaan tertekan. Setiap hari kita rindu bertemu dengan si dia dan rasa saling sayang makin lama makin bertambah. Apabila tidak bertemu ataupun berjauhan, ada perasaan segera ingin jumpa dan ketiadaan hadirnya membuat kita merasa tertekan. Hal ini pastinya tidak hanya dirasakan oleh Anda tetapi juga si dia.



2. Memahami diri kita

Yang namanya jodoh pastinya bisa saling memahami. Saat pasangan sedang sedih dia ada untuk menghibur, saat kita sedang sakit dia ada untuk membantu, intinya pasangan jodoh pastinya selalu hadir dan senantiasa bersama kita entah dalam keadaan suka maupun duka.

3. Menerima apa adanya

Pastinya semua orang memiliki masa lalu, pasangan hidup yang tepat tidak ambil pusing dengan kisah silam kita. Yang paling penting baginya adalah masa sekarang meski dia tahu kita sebelumnya mungkin pernah memiliki kekasih dahulu. Tapi, yang dia tahu adalah kau miliknya sekarang. Lalu dia juga tidak menyimpan rahasia kepada kita mengenai masa lalunya.

4. Saling mempercayai

Terkadang ada rahasia yang perlu diungkapkan kepada pasangan agar tidak menjadi beban. Pastikan si dia mampu menjaga rahasia kita apapun itu dan ada sifat saling mempercayai satu sama lain. Bukti si dia jodoh Anda adalah adanya sifat rasa saling percaya serta kejujuran satu sama lain.

5. Pakai seluruh pancaindera

Tanda dia jodoh kita dari Allah pastinya dapat dirasakan melalui ikatan spiritual, emosi, serta fisik antara keduanya. Pakai mata, telinga, dan akal pikiranmu untuk melihat apakah si dia memang betul adalah jodoh yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Apabila bersama dapat merasakan kemanisan cinta serta saling memerlukan, maka ialah jodoh kita.

6. Jujur

Kejujuran amat penting dalam suatu hubungan, apalagi bagi mereka yang menjalani hubungan jarak jauh. Jika kejujuran dibarengi dengan kesetiaan, maka dialah cinta sejati kita. Kejujuran bukanlah perkara yang mudah dan pastinya kita memerlukan seorang pendamping yang bisa saling jujur satu sama lain.

7. Menerima kelemahan

Tidak ada manusia yang sempurna, pastinya diri kita memiliki kelemahan. Lihat apakah pasangan kita bisa saling menerima kelemahan serta keburukan masing-masing. Kalau memang iya, maka dialah jodoh yang ditakdirkan untuk kita.

8. Senang bekerjasama

Jodoh yang benar adalah dia yang senang bekerjasama dengan kita dan mau memikul tanggung jawab bersama. Baik di masa sukar maupun senang, dia siap membantu dan bekerjasama dengan kita. Hal ini penting terutama bagi masa mendatang, maukah ia melakukan hal-hal bersama kita.

9. Ada rencana masa depan

Jodoh yang tepat pastinya ingin dibawa ke hubungan yang lebih serius dan jenjang selanjutnya. Lihat apakah dia memikirkan rencana masa depan, apakah dia ada niatan dan usaha untuk hidup bersama di kemudian hari dalam pernikahan. Jadi suatu hubungan tidak hanya karena nafsu semata.

10. Adanya restu

Hal yang paling penting dalam suatu hubungan adalah adanya restu dari keluarga kedua belah pihak. Tidak hanya dari orang tua masing-masing, tetapi juga dari seluruh keluarga yang pastinya penting apabila kalian ingin membawa hubungan tersebut ke jenjang yang lebih serius.

Itulah 10 tanda jika si dia jodoh Anda, perhatikan cirri-ciri di atas agar tidak salah dalam memilih pasangan.

Sumber: kumpulanmisteri.com
Thursday, March 17, 2016

Curhatan anak dengan orangtua beda agama ini bikin terenyuh

Tak dipungkiri perbedaan agama masih menjadi salah satu penghalang pasangan di Indonesia. Kendati demikian ada saja pasangan suami istri yang harmonis meski berbeda agama. Mereka tetap bisa bersama dan menjalankan peran sebagai pasangan suami-istri.

Menjalani kehidupan beda agama bagi suami-istri tentu bukan hal yang gampang. Ada banyak lika-liku kehidupan yang harus dihadapi. Kehidupan tentang keluarga beda agama coba ditulis oleh Danial Sutami. Melalui akun Facebooknya pada Minggu (13/3), ia membagikan kisahnya yang diasuh oleh orangtua beda keyakinan. Sang ibu adalah pemeluk Kristen, sedangkan sang ayah beragama Islam. Danial sendiri merupakan seorang muslim.



Kisah yang bikin terenyuh itu pun banyak dibagikan dan mendapat berbagai komentar dari para netizen. Berikut kisah keluarga beda agama yang dikisahkan Danial Sutami yang dikutip brilio.net

"Orangtua saya beda agama sejak saya kecil. Mungkin sudah tidak terhitung cemoohan baik dari keluarga besar dan lingkungan (yang Muslim) terhadap kami. Pendidikan dasar saya lalui di sekolah Islam, yang memang pada akhirnya mengikis dual identitas religius saya di masa kanak-kanak, dan memilih Islam sebagai agama saya. Namun tetap saja keberadaan Ibu saya yang Nasrani tampak tetap dianggap sebagai cela dimata keluarga dan lingkungan. 
Keislaman kami diragukan karena masih ada anggota keluarga yang kafir.
Pada akhirnya saya berdiri berseberangan dengan Ibu saya yang Nasrani. Di usia dewasa awal, ketika sedang panas-panasnya beragama, saya pernah mengintimidasi Ibu saya, sekiranya beliau tidak mau masuk Islam, darah beliau halal bagi saya. 
Ah tidak terhitung betapa besarnya dosa saya terhadap Ibu saya yang 'kafir' itu. Padahal tidak pernah sedikitpun beliau berusaha meng-Kristen-kan saya. 
Beliau bisa saja memilih untuk tidak mengasihi saya dengan sepenuh hatinya lagi sejak saya menegaskan padanya untuk tidak lagi ikut pergi ke gereja di usia 9 tahun
Sekiranya beliau mengedepankan keyakinannya di atas perannya sebagai seorang Ibu. Mungkin saya tidak akan jadi apa-apa hari ini. 
Beliau bisa saja menelantarkan saya, tidak menghiraukan pendidikan, tidak menyiapkan makanan lezat yang siap terhidang di meja setiap kali pulang sekolah (membuat saya rindu untuk langsung pulang ke rumah ketimbang nongkrong di warkop sambil merokok dan main gitar seperti teman-teman saya), menolak bangun dini hari untuk mempersiapkan sahur bagi kami di bulan Ramadhan, bahkan tidak akan rela begadang demi mempersiapkan hidangan menjelang Idul Fitri yang jumlahnya sangat banyak. 
Sebaliknya. Beliau memilih mengesampingkan perbedaan, dan tetap melayani suami dan anak-anaknya dengan sepenuh hati. Meskipun sering di selal-sela waktunya, di balik ketegarannya sebagai minoritas di keluarga dan gencarnya penolakan keluarga besar, ia pun menangis berdoa pada Tuhannya. Belakangan saya ketahui itulah sumber kekuatannya.
Ad dhua silahul mu'min. Doa adalah senjata orang beriman. Prinsip yang sama pada tiap agama.
Ketika Ayah sakit stroke tekanan keluarga besar semakin menjadi-jadi. Mereka datang ke rumah hendak mengusir Ibu saya karena statusnya sebagai kafir, tidak layak mendapatkan bagian sedikitpun dari harta warisan. Padahal selama Ayah saya stroke, tidak sedetikpun mereka ikut merawat dan merasakan letihnya. 
Dan masalah ini terus berlanjut sampai pada saat Ayah saya wafat. Adik saya yang pada akhirnya mengikuti keyakinan Ibu saya dilarang oleh keluarga besar untuk ikut memandikan jenazah Ayah saya. 
Pengalaman ini yang mengubah paradigma saya tentang Islam. Saya begitu mencintai Islam sehingga saya menolak untuk dibodoh-bodohi oleh mereka yang mempromosikan kebencian atas nama Islam untuk mendiskriminasi agama lain. 
Islam memiliki dua wajah (seperti yang ditulis Stephen Sulaiman Schwartz dalam bukunya, "Dua Wajah Islam"). 
Satu wajah pemarah, satu lagi wajah yang ramah. 
Muslim yang pemarah, akan sibuk mengedepankan keyakinan kafir seseorang dan mengabaikan kualitas dan ketulusan mereka dalam melayani sesama. Seperti perlakuan keluarga besar terhadap Ibu saya. 
Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. 
Saya rindu menampilkan Islam yang ramah dan menjadi rahmah... 
Namun tampaknya itu bukan perjalanan yang mudah, karena membenci kafir lebih mudah daripada menyayanginya."
Friday, March 11, 2016

Inilah 4 Perbedaan Antara Kamu yang Cuma Pengen Nikah dan Kamu yang Benar-benar Siap Nikah

Keinginan untuk menikah memang jadi topik yang paling sering dibicarakan di usia 20-an. Hayo, siapa yang pernah senewen dengan urusan kampus atau pekerjaan lalu bilang,


“Udah ah aku capek. Stres skripsi, stres kerja. Mau nikah aja….”

Sepertinya pernikahan jadi jalan keluar untuk semua permasalahan. Dengan menikah rasanya semua problem bisa diselesaikan. Padahal seperti hal lain yang membutuhkan pertimbangan panjang, menikah juga butuh persiapan. Kalau begitu, kamu termasuk yang mana? Sekadar punya mimpi untuk menikah atau memang sudah siap menikah?

1. Keinginan untuk menikah terlihat dari bayangan soal cute-nya resepsi yang indah. Kesiapan nikah malah ada di kesadaraini perjuangan berdarah-darah

Kesiapan menikah adalah kesadaran kalau hubungan ini bisa berdarah-darah (Foto: Shutterstock) via shutterstock.com

Beberapa dari kita mungkin ingin segera menikah hanya karena ingin jadi raja dan ratu sehari. Bisa duduk di pelaminan, menyalami tamu-tamu dengan pakaian terbaik dan riasan wajah yang cantik.

Kalau hanya ini yang membuatmu ingin menikah berarti levelmu masih di sebatas ‘ingin nikah’ saja. Kesiapan menikah justru ditunjukkan dari kesadaran bahwa proses ini membutuhkan perjuangan berdarah-darah. Tidak ada proses menikah yang mudah, ringan, tanpa membutuhkan persiapan yang membuatmu pusing dan lelah.

2. Ingin menikah sering membuatmu percaya kalau pernikahan bisa menyelesaikan masalah. Siap menikah membuatmu sadar kalau masalah tak akan pergi setelah kata, ‘Sah!’

Kamu yang hanya siap menikah akan dipenuhi oleh bayang-bayang betapa indahnya hidup pasca menikah.

Selalu ada yang bisa dipeluk setiap malam, ada orang yang bisa diandalkan saat butuh sandaran. Kamu tidak akan lagi merasa sendirian.

Impian tentang pernikahan yang hanya berisi hal-hal indah menunjukkan kalau keinginanmu menikah masih ada di level ‘ingin’ semata. Sementara kamu yang memang sudah siap akan sadar sepenuhnya bahwa ikatan pernikahan tetap akan membawa masalah. Dibutuhkan kedewasaan untuk menghadapinya.

3. Kamu yang ingin menikah akan selalu fokus pada hasil akhirnya. Kesiapan menikah justru terlihat dari penghargaanmu pada prosesnya

Sementara orang yang siap menikah tidak ingin mem-fast forward proses pendekatan, perkenalan, dan penyesuaian– kamu yang hanya ingin menikah justru lebih terkesan terburu-buru.

Harus langsung atur resepsi, harus langsung lamaran, harus langsung mewujudkan pernikahan impian.

Hasil akhir jadi tujuan utama kamu yang sekadar ingin menikah. Kesiapanmu menikah baru terlihat dari bagaiman akamu menghargai setiap proses menjuju hasil yang indah.

4. Keinginan menikah membuatmu bergegas mau dia jadi milikmu. Sementara kesiapan menikah membuatmu berhati-hati, tidak mau terburu-buru

Hal yang paling berbeda dari ingin dan siap bisa terlihat dari caramu menyelesaikan masalah. Ketika kamu hanya sekadar ingin, kamu hanya akan berfokus untuk menjadikan dia milikmu secepatnya. Tidak perlu ada persiapan di baliknya, kalau bisa.

Namun kesiapan akan tercermin dari kehati-hatianmu memutuskan semuanya. Seperti kamu yang sekarang berhati-hati memperhitungkan pengeluaran untuk mempersiapkan hari besar yang sebentar lagi datang.



Dari 4 perbedaan ini mana yang termasuk kamu? Sekadar ingin nikah atau memang sudah siap nikah?


Sumber: Hipwee
Friday, March 4, 2016

Inilah Hikmah dan mengapa wanita di Perintahkan Menyusui Hingga Usia Dua Tahun

Agama Islam tidak hanya mengajarkan masalah akidah tentang keesaan Allah. Namun meliputi seluruh aspek kehidupan, salah satunya aturan dalam memberikan nutrisi yang baik untuk bayi yang baru lahir. Makanan yang disarankan agama adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) hingga usainya dua tahun.

Umat Islam pada zaman dahulu mengikuti perintah ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun setelah ditemukan teknologi kedokteran yang mengkaji tentang hal ini, barulah diketahui  manfaat besar dari pemberian ASI ekslusif.

Para peneliti menyarankan, agar ibu memberikan ASI ekskusif selama dua tahun.  Meskipun banyak makanan bayi yang dibuat dengan teknologi canggih, namun tidak ada yang mampu menggantikan ASI. Untuk itu,  memberikan Lantas apakah hikmah dibalik menyusui hingga usia dua tahun?

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Al Qur’an, 31:14)

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Genome Biology dari Biomed Central 2012 menyebutkan, ASI dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bayi terhindar dari berbagai macam penyakit.

 Ada banyak manfaat yang akan diperoleh bayi apabila diberikan ASI eksklusif oleh ibunya. Hal tersebut dikarenakan di dalam ASI banyak mengandung gizi-gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Itulah penyebab Allah menurunkan ayat mengenai keutamaan memberi ASI selama dua tahun. Adapun gizi-gizi yang terkandung di dalam ASI seorang ibu antara lain:

1. Karbohidrat
Kandungan gizi utama yang terdapat dalam ASI adalah karbohidrat. Adapun jenis karbohidrat utama dari ASI yakni laktosa (gula susu) yang sesuai dengan kondisi biologis atau sistem pencernaan bayi. Laktosa ini sangat berperan sebagai sumber energi selain itu, laktosa juga mudah  diurai menjadi glukosa dan galaktosa. Dengan bantuan enzim laktase yang sudah ada dalam mukosa saluran cerna bayi sejak lahir.

Pada pencernaan bayi terdapat enzim yang mencerna laktosa tersebut. glukosa dan galaktosa sendiri berperan dalam perkembangan sistem syaraf dan pertumbuhan otak, mielinisasi dan pematanagn otak agar otak tumbuh optimal. Tidak hanya itu, zat gizi ini juga membantu penyerapan kalsium serta magnesium di masa pertumbuhan bayitersebut. Bahkan, ternyata zat gizi ini juga turut serta dalam membantu pertumbuhan bakteri usus yang baik (lactobacillus bifidus) dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya


2. Protein
Tidak hanya karbohidrat, di dalam ASI tenyata juga terdapat protein yang baik untuk memenuhi kebutuhan bayi. Jenis proteinnya adalah whey yang mempunyai ukuran  molekul lebih kecil. Protein jenis whey ini mempunyai sifat mudah dicerna. Komponen dasar dari protein adalah asam amino yang berfungsi sebagai pembentuk struktur otak.

Selain itu, protein juga berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh dan untuk pertumbuhan otak serta menyempurnakan fungsi pencernaan. Protein juga memberikan lapisan pada dinding usus bayi baru lahir yang masih permeabel terhadap protein. Selain itu, protein juga memberi proteksi terhadap berbagai resiko infeksi bakteri/ virus yang bisa masuk lewat pencernaan. Dengan adanya protein di ASI maka akan membantu dalam menghancurkan bakteri dan melindungi bayi dari infeksi.

3. Lemak
Kandungan zat gizi terbesar yang terdapat dalam ASI adalah lemak. Kadar lemak ASI sering berubah-ubah secara otomatis sesuai dengan kebutuhan gizi bayi tersebut setiap harinya. Lemak ini dapat diolah, dicerna serta diserap dengan baik oleh tubuh bayi karena dalam ASI sekaligus terdapat enzim lipase yang bertugas membantu proses metabolisme lemak.

Terdapat sekitar 20 jenis asam lemak, yakni 80 persen asam lemak tak jenuh ganda antara lain asam linolenat omega 3, EPA dan DHA serta asam linoleat omega-6 ARA yang berperan penting dalam tumbuh-kembang otak, pertumbuhan sel-sel otak, mielinisasi jaringan saraf, serta ketajaman penglihatan. Lemak rantai panjang atau long chain poly unsaturated fatty acid (LC-PUFA) merupakan jenis lemak yang sangat diperlu kan dalam perkembangan otak bayi.

4. Vitamin dan Mineral
Kandugan terakhir yang terdapat dalam ASI adalah vitamin dan mineral. Kedua kandungan tersebut sangat dibutuhkan oleh bayi. Zat gizi mikro tersebut antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin K,  zat besi, tiamin, riboflavin, kalsium, fosfor, fluor.

vitamin D memiliki peran dalam membantu kalsium dari ASI untuk tumbuh kembang tulang. Vitamin K juga diperlukan untuk proses pembekuan darah. Vitamin in terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup banyak.

Terdapat juga zat gizi berupa zat besi di dalam ASI. zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, bagian dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, zat besi pun esensial untuk tumbuh-kembang otak bayi. Zat besi yang terkandung dalam ASI juga mudah diserap. Sedangkan flour berguna untuk memebntuk gigi menjadi kuat dan mencegah gigi berlubang ketika bayi tersebut sudah besar.

INGIN BERKAH DAN LANCAR RIZKINYA? SELALU BERSYUKUR DAN JANGAN SAKITI ISTRI..

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim.. 

Kisah melancarkan rejeki ini saya dapat tanpa sengaja. Beberapa tahun yang lalu saat saya berangkat kuliah, saya bertemu dengan orang yang memberikan wejangan ini.

Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat
padahal hari itu mata kuliah favorit saya. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung.


Di tempat itu saya berkenalan dengan seorang yang sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi
manusia.

Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan.

"Itulah misteri rejeki mas", kata orang itu pada saya.

Saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pada selalu bersyukur, dan terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri. Itu wejangan yang selalu diberikan oleh mertua saya, dan saya membuktikan sendiri sampai sekarang, kata orang itu dengan wajah serius.

Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena musibah sekalipun, kenikmatan yang akan kita terima akan ditambah oleh Allah. "Itu janji Allah, bukan main-main mas", kata orang itu.

Janji Allah tentang umatnya yang mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai kotbah atau ceramah agama. Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yang lupa mensyukuri nikmat tersebut.

Berikutnya jangan sakiti istri kita. Inilah poin yang saya pegang terus sampai sekarang. Pekerjaan seorang istri adalah pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami, dan juga melahirkan dengan taruhan nyawa.

Membesarkan anak dengan susah payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya.

Dengan melihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda?

Menurut orang yang saya kenal tersebut, banyak tidaknya rejeki yang dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti banyak.
Sebaliknya jika saat berangkat mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang.

Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, tetapi saya baru sadar dan merasakan sendiri
saat saya sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut.

Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki bagi kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat bagi sebuah keluarga.

Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri kita jika ingin rejeki kita berlimpah. Semoga kisah ini berguna bagi kita semua.

Alhamdulillah...

Ya Allah jadikan wanita yang membaca kisah ini menjadi wanita yang sholehah. Dan lelaki
yang membaca status ini semoga menjadi lelaki sholeh yang bertanggung jawab. Aamiin
Allahumma Aamiin.
Thursday, March 3, 2016

Wajib Baca!! Suami Yang Menyayangi Istrinya Ternyata Bisa Melancarkan Rejeki

Lamanya usia pernikahan tidak jarang membuat perasaan sayang suami terhadap istri memudar. Hal ini terjadi bisa saja karena fisik istri tidak secantik dulu, wanita idaman lain, dan berbagai hal yang membuat kasih sayang manjadi pudar.

Idealnya suami menjaga rasa sayangnya kepada istri meski usia pernikahan sudah berlangsung lama. Pasalnya wanita tersebutlah yang akan setia menemaninya dibanding dengan Ibunya yang lebih memilih hidup bersama ayahnya, atau anak yang lebih memilih hidup bersama suaminya kelak. Istri lah yang mau menemani suami hingga nantinya ajal menjemput. Sehingga sudah selayaknya wanita ini mendapat limpahan kasih sayang.


Ternyata ada hikmah lain dibalik keharusan suami melimpahkan kasih sayang untuk istri. Rasa kasih itu disebut­ sebut mampu lancarkan rezeki suami. Mengapa demikian? Berikut alasannya:

1. Rasa Sayang pada Istri Akan Melahirkan Tanggung Jawab untuk Menafkahi
Alasan yang pertama adalah karena rasa sayang terhadap istri akan melahirkan tanggung jawab untuk menafkahinya dan memenuhi kebutuhan keluarga. Apabila seorang suami memang benar­benar menyayangi istrinya, maka ia akan selalu berusaha agar bisa memberikan kebahagiaan kepada istrinya tersebut lewat nafkah yang dicarinya.

Tidak hanya itu, menyayangi istri juga akan mendorong suami untuk mencari berbagai cara halal dalam mencukupi segala kebutuhan keluarga tersebut. Dengan melakukan hal ini maka akan membuat pintu rezeiki lainnya terbuka bagi ia dan keluarga. Akan berbeda dengan suami yang rasa sayangnya kurang terhadap istri. Ia akan menganggap bahwa mencari nafkah untuk istri merupakan suatu beban berat lagi menyebalkan. Itulah penyebabnya, rezeki dari suami yang kurang sayang istri akan menyempit. Ia bahkan akan merasa bahwa gaji sebanyak apapun atas selalu kurang. Ditambah lagi, lelaki tipe ini akan malas untuk mencari uang tambahan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

2. Rasa Sayang pada Istri akan Mengundang Rasa Sayang Allah pada Pasutri Tersebut 
Ketika suami dan istri saling menyayangi satu sama lain, maka hal paling indah yang akan terjadi adalah pasangan tersebut juga akan disayangi oleh Allah SWT. Dengan limpahan kasih sayang dari Allah tersebut, maka sudah pasti Allah akan melimpahkan rezeki yang halal bagi pasangan tersebut. Dengan demikian semakin mengalirlah rezeki keduanya beserta keluarganya.

3. Rasa Sayang pada Istri akan Melahirkan Ketenangan dalam Rumah Tangga
Alasan ketiga yakni dengan rasa sayang suami kepada istri akan melahirkan ketenangan dalam rumah tangga pasangan tersebut. Hal ini tentu akan berbeda dengan pasnagan yang saling benci, saling maki setiap harinya. Di dalam keluarga yang demikian tentu tidak akan ada ketenangan dan ketentraman sebab selalu dihiasai dengan pertengkaran.

Jangankan untuk memperlancar rezeki, kebiasaan bertengkar dengan pasangan ini akan membuat si suami sulit berkonsentrasi saat bekerja. Sebab selalu tersiksa kala mengingat pertengkatan dengan istrinya. Padahal sebenarnya, ketenangan dalam rumah tangga menjadi suatu hal yang penting. Kasih sayang suami dan istri akan membuat suami fokus sehingga menyebabkan rezeki yang diperolehnya menjadi lebih lancar dan luar biasa.

4. Rasa Sayang pada Istri akan Membuat Suami Merasa Cukup
Alasan terakhir sayang kepada istri akan menyebabkan rezeki suami lancar adalah hal tersebut dapat membuat suami merasa cukup. Dengan perasaan sayang itu, suami akan merasa cukup terhadap istrinya sehingga tidak perlu ‘melihat pada yang lain’. Dengan demikian, tentu saja pikiran suami hanya fokus kepada istrinya saja. Tanpa harus membagi perhatian dan rezeki kepada wanita yang tidak halal untuknya. Ia tidak akan pernah menyakiti istri yang disayanginya tersebut. Hal ini inilah yang akan membuat rezeki suami tersebut menjadi lancar.

Demikianlah beberapa alasan rezeki suami akan lancar apabila sayang terhadap istrinya. Ingatlah bahwa istri adalah sosok yang bisa membawa sebuah keluarga menuju surga Allah SWT. Maka dari itu, teruslah sayangi dia agar mendapatkan keridhaan dari Allah serta memperlancar rezeki. Semoga informasi ini bisa mengispirasi semua keluarga. (infoyunik/akhwatindonesia)
Wednesday, March 2, 2016

Buat Para Pria - Inilah Sabda Rasulullah Tentang 3 Ciri Istri Terbaik..!!

Satu-satunya cara yang harus Anda tempuh jika menghendaki keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah adalah dengan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Pelajarilah kehidupannya, baca haditsnya, perhatikan perbuatannya, dan kerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk meneladaninya.



Satu di antara sabda agung Rasulullah, beliau membeberkan rahasia penting tentang ciri istri terbaik. Ialah tiga hal sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani Rahimahullah.

“Sebaik-baik istri yaitu wanita yang menyenangkanmu ketika dilihat, taat kepadamu ketika disuruh, dan menjga diri serta hartamu ketika kamu pergi.”

Tiada yang lebih menyenangkan bagi seorang suami selain akhlak istri yang penuh pesona. Perangai mulia ini sangat ampuh untuk menggamit hati suami, bahkan mampu mengalahkan pesona lain selayak kecantikan fisik, dan lain sebagainya.

Seorang suami yang disuguhi senyum hangat penuh mesra, pakaian rapi penuh aroma, dan sambutan mengagumkan penuh tunduk, adalah laki-laki paling bahagia di muka bumi ini. Pemandangan itu, selain menimbulkan bahagia, juga mampu meruntuhkan seluruh beban dan penat yang dialami oleh sang suami dalam kehidupan nyata.

Laki-laki, selain tabiatnya sebagai pemimpin juga memiliki sifat feminim berupa ingin dimanja. Karena itu, ia sering meminta dilayani, pun untuk soalan kecil seperti diambilkan minum, dilayani saat makan, dan lain sebagainya.

Saat suami menyuruh, sesibuk apa pun, upayakanlah untuk langsung merespons. Kelak, jika suami termasuk orang baik, ia juga akan bisa memaklumi lambatnya respons, jika memang istri sedang ada kesibukan lain yang lebih penting dan dibenarkan syariat.

Sikap lainnya ialah amanah. Istri shalihah mampu menjaga harta dan anak-anak saat suami pergi. Ini bukan perkara gampang. Sebab membutuhkan pengorbanan yang banyak dan godaan yang tak ringan.

Bukankah banyak kasus seorang istri yang memasukkan laki-laki lain di rumah suaminya ketika ia tengah bekerja di luar rumah atau di luar kota? Betapa banyak kasus seorang istri yang meludeskan harta suami, saat ia pergi dalam waktu yang lama untuk sebuah urusan penting. Pun dengan anak-anak, ada begitu banyak istri yang tak peduli bahkan menelantarkan anak-anaknya saat sang suami tidak di rumah.

Wallahu a’lam.


Sumber : muslimahzone.com
Monday, February 29, 2016

Cerita Inspiratif - Cintailah IstriMu, Maka Rezekimu Akan Mencintaimu Juga

Kisah melancarkan rejeki ini saya bisa tanpa sengaja. Beberapa tahun waktu lalu, tepatnya sekitar tahun 1994-an waktu saya pergi kuliah, saya bertemu dengan orang yang memberikan saran ini.

Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat padahal hari itu mata kuliah favorit saya. Waktu hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar bila lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut satu warung.

Di tempat itu saya berkenalan dengan seorang yang sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru waktu menginjak materi rejeki untuk manusia.

Pekerjaan dia yaitu pekerjaan serabutan. Dia tak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur dapat mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, serta perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan. Itulah misteri rejeki mas, Kata orang itu pada saya.

Saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pada selalu bersyukur, serta terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau bikin kecewa istri. Itu saran yang selalu diberikan oleh mertua saya, serta saya membuktikan sendiri sampai sekarang, kata orang itu dengan muka serius.

Dengan selalu bersyukur, bahkan waktu terkena musibah sekalipun, kenikmatan yang bakal kita terima bakal ditambah oleh Allah. Itu janji Allah, bukan main-main mas, kata orang itu. Janji Allah tentang umatnya yang mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai kotbah atau ceramah agama.

Jika kita ingin menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, tentu tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yang lupa mensyukuri nikmat itu.

Berikutnya jangan sakiti istrikita. Inilah poin yang saya pegang selalu sampai saat ini. Pekerjaan seorang istri yaitu pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri mesti selalu melayani suami, melahirkan dengan taruhan nyawa.

Membesarkan anak dengan sulit payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya dapat tumbuh sehat serta berbagai pengorbanan yang tidak terhitung saat mesti berusaha memenuhi dan melayani kebutuhan suami serta anak-anaknya. Dengan lihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda?

Menurut orang yang saya kenal itu, banyak tidaknya rejeki yang dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Waktu dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu tentu banyak.

Sebaliknya bila saat pergi mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang.

Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, namun saya baru sadar serta merasakan sendiri waktu saya telah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu itu.

Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki untuk kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk satu keluarga.

Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri kita bila ingin rezeki kita berlimpah. Semoga cerita ini berguna untuk kita semua.